Net.Profit Margin
Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak.
Semakin besar NPM, maka kinerja perusahaan akan semakin produktif, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Rasio ini menunjukkan berapa besar persentase laba bersih yang diperoleh dari setiap penjualan.
Semakin besar rasio ini, maka dianggap semakin baik kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang besar. Hubungan antara laba bersih dan penjualan bersih menunjukkan kemampuan manajemen dalam menjalankan perusahaan cukup berhasil untuk menyisakan margin tertentu sebagai kompensasi yang wajar bagi pemilik yang telah menyediakan modalnya untuk suatu risiko.
Para investor pasar modal perlu mengetahui kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan mengetahui hal tersebut investor dapat menilai apakah perusahaan itu menguntungkan atau tidak. NPM dapat dikatakan baik apabila lebih dari 5 %.
Op.Profit Margin
Operating Profit Margin (OPM) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Operating profit margin mengukur persentase dari profit yang diperoleh perusahaan dari tiap penjualan sebelum dikurangi dengan biaya bunga dan pajak. Pada umumnya semakin tinggi rasio ini maka semakin baik.
Sektoral
KRITERIA SAHAM YANG BAGUS
Perhatikan: Profit & Lost Statement, Balance Sheet dan Cash Flow Statement.
Selain Reuters dan FT.com bisa juga dilihat di Indo Primer.
ROA (Return On Asset): Semakin besar persentasenya semakin baik untuk bank 30%, umum 15-25%.
ROE (Return On Equity): Harus konsisten di atas 15% - 25%, Jika ROE di bawah 7% Jangan beli!
NPM (Net Profit Margin): Masih bisa ditoleransi, lakukan study banding dengan saham sejenis. Pilih yang marginnya lebih besar.
OPM (Operating Profit Margin): Tidak ada patokan! Semakin besar nilai OPM saham semakin baik.
DER (Debt To Equity Ratio): Harus < 3. Nilai harus konsisten dan kalau bisa menurun! kecuali untuk saham saham Perbankan!
QR (Quick Ratio): Masih bisa ditoleransi. Kalau bisa minimum 0.8
PER (Price Earning Ratio): PER < 10 = murah, sedangkan 20 = mahal. Semakin kecil nilai PER saham semakin baik.
PBV (Price to Book Value): Tidak ada patokan! Semakin kecil nilai PBV saham semakin baik.
EPS (Earning Per Share): Saham yang bertumbuh sebaiknya EPS kuartal terakhir meningkat min 15% dibanding periode sebelumnya.
Belajar dari: Saham Fundamental dan Analisa Saham.















































